Berselimut Surban Cinta

Novel ini patut kita acungkan jempol. Sebuah novel dari Irwanto al-Krienciehie yang lahir pada 2 Juli di Talang Jauh, Desa Koto Beringin, Siulak, Kerinci-Jambi ini berjudul Berselimut Surban Cinta. Novel ini menyuguhkan kepada kita kisah cinta segi tiga yang dibalut dengan nuansa agamis.

Yang pertama akan kita jumpai dari novel ini adalah pemaparan penulis tentang keindahan alam Kerinci. Di sana disebutkan beberapa objek wisata Kerinci yang banyak jumlahnya dan merupakan kekayaan alam tersendiri sehingga Kerinci disebut sebagai “Sekepal Tanah Surga”. Di antaranya adalah Danau Kerinci, Gunung Kerinci, beberapa mesjid kuno dan peninggalan sejarah. Setting yang banyak ditampilkan dalam novel ini juga adalah objek-objek wisata yang ada di Kerinci…

Novel ini menyuguhkan kepada kita kisah cinta segi tiga Lazuardi, Fitrah, dan Bening. Lazuardi adalah seorang aktivis MAPALA, sedangkan Fitrah dan Bening sama-sama aktif di Lembaga Dakwah Kampus. Sebagai anak MAPALA sudah barang tentu ia berpakaian layaknya seorang preman dengan rambut gondrong dan ransel gunungnya itu. Sangat kontras dengan Fitrah dan Bening yang berjilbab panjang, berbaju kurung dan berbicara dengan amat sopan.

Namun penampilan ternyata tidak selamanya mencerminkan pribadi seseorang. Setelah banyak mengenal Lazuardi, maka Fitrah dan Bening pun menyadari bahwa Lazuardi bukanlah seperti yang mereka sangka selama ini. Ia ternyata mempunyai akhlak yang sangat mulia, luas pengetahuan agamanya, walaupun ia hanya mempelajari agama lewat ceramah di mesjid-mesjid maupun mendengarkan kaset taushiyah. Dari sini kita diajak oleh penulis untuk menyadari bahwa tidak selamanya kita dapat menilai seseorang dari simbol-simbol dan aksesori yang dipakainya. Masih banyak sisi kehidupan seseorang sebelum kita memvonisnya sebagai seseorang yang tidak baik adanya.

Fitrah dan Bening pun jatuh cinta kepada Lazuardi. Masing-masing mereka mengungkapkan perasaannya kepada Lazuardi, dan Lazuardi pun tidak dapat menolak dan memberikan janji untuk menikahi mereka. Namun setelah Fitrah tahu bahwa Lazuardi juga memberikan harapan yang sama kepada Bening maka terjadilah konflik. Fitrah memaksa Lazuardi untuk memilih antara dirinya dan Bening. Dan ternyata Lazuardi memilih Fitrah. Bening pun dengan sedih menyatakan kerelaanya terhadap keputusan Lazuardi. Keikhlasan seperti ini merupakan cinta sejati dimana kita rela melepaskan sesuatu yang kita cintai untuk orang lain dengan lapang dada.

Jika dalam Ayat-ayat Cinta kerap dipakai bahasa Arab dan kental akan budaya Mesir, maka dalam Berselimut Surban Cinta pantun daerah Kerincilah yang sering dipakai, begitu juga dengan istilah-istilah dalam mengungkapkan sesuatu. Bagi setiap orang yang ingin mempelajari adat dan budaya Kerinci, silahkan baca novel ini !

Kata-kata hikmah juga mengalun indah dalam karya Irwanto ini yang tidak dapat saya sebutkan di sini. Kata-kata hikmah yang muncul dari kontemplasi yang mendalam akan keajaiban dan keindahan ciptaan Tuhan. Dari alamlah kita akan mendengar dan melihat bahwa Tuhan menunjukkan kepada kita hikmah setiap kejadian yang menghiasi waktu.

Sebenarnya banyak kelebihan yang terdapat dalam novel ini. Namun supaya seimbang dan lebih adil maka saya akan mengungkapkan beberapa kekurangannya menurut pandangan saya secara subjektif. Yang sangat membuat saya kecewa adalah pada bab-bab awal novel ini diceritakan bahwa Lazuardi bertemu dengan Fitrah di Danau Kerinci, dan ternyata Fitrah pergi seorang diri. Sebab-sebab pertemuannya pun terlihat ke-kanak-kanak-an, hanya disebabkan iseng-isengan sahabat Fitrah, Icha, yang membuat memo untuk mereka berdua dengan timbal balik yang menyatakan bahwa mereka ingin bertemu.

Saya sempat menggelengkan kepala. Padahal di hati Fitrah sudah menolak dan menyadari bahwa akan terjadi fitnah. Namun hanya karena alasan tidak boleh su’uszhan dan akan menjadikan pertemuan itu sebagai arena dakwah, Fitrah pun memenuhinya. Padahal kita mengetahui bahwa menjauhi keburukan harus diutamakan daripada mengambil kebaikan.

Begitu juga dalam masalah pernikahan, tampaknya dibungkus sebelum matang. Seperti pada adegan ustadz Defri saat dijodohkan dengan Bening. Saat itu ustadz Defri menelpon istrinya, dengan mudahnya persetujuan didapat dari istrinya untuk menikah lagi. Padahal sesungguhnya manusia itu tidak bisa dipungkiri sifat kemanusiaannya, apalagi makhluk yang bernama perempuan itu bersifat pemalu, lembut, sensitif apalagi jika ia mendengar ada yang akan merebut tambatan hatinya, tulang punggung keluarganya.

Memang kita tidak menyalahkan adanya istri yang rela dipoligami. Namun, jika kita bandingkan dengan Ayat-ayat Cinta dalam mengisahkan hal ini, maka kita akan temui bahwa Berselimut Surban Cinta sangatlah tidak matang dalam menyajikan adegan ini. Coba kita bandingkan ‘Aisya dan Andam Dewi (istri ustadz Defri). ‘Aisya diceritakan memberikan izin kepada suaminya, Fahri, dengan pertimbangan yang matang. Sehingga tidak ada penyesalan kelak. Namun berbeda dengan ‘Aisya, Andam Dewi terkesan ceroboh dalam memberikan jawaban. Walaupun akhirnya rumah tangganya tidak berantakan.

Perlu saya ingatkan bagi akhwat sekalian. Janganlah ceroboh dalam hal menerima lamaran. Saya ingat kisah Tiara dan Fadhil dalam Ketika Cinta Bertasbih. Hanya karena emosi dan merasa kesal dengan sikap Fadhil ia menerima pinangan ustadz Zulkifli. Sehingga pada dasarnya ia menerima pinangan karena ingin membuat Fadhil sakit hati. Tapi apa yang terjadi? Tangis di pelaminanlah yang ia alami.

Saya mendo’akan untuk masa yang akan datang, Ust. Irwanto al-Krienciehie dapat membuat karya best seller dan mengharumkan nama Kerinci di pentas Nasional, bahkan Internasional. Barakallahu fima katabtum.

8 thoughts on “Berselimut Surban Cinta

  1. herrydevi mengatakan:

    Terimo Kasih Lah Mangangkat Nama Kerinci dalam Sebuah Novel

  2. edrizal mengatakan:

    Berterima kasih pada penulis novel ini, Buya Irwanto. Semoga tulisan-tulisannya berguna dalam merubah moral masyarakat.

  3. Ummu Husna mengatakan:

    Mantap ustadz irwanto.. Tmksh jg tlh mengangkat nm kerinci dalam sebuah novel.

  4. salsabilaazzzahra mengatakan:

    sayang sekali kita tidak bisa baca langsung lewat online

  5. chacha mengatakan:

    hai…
    tlong dong rangkumin novel ini 12-15 kalimat….

    aq udh pinjem bku.x,, bgus loh…!!! tpi aq gk bsa ngerangkum….
    aq tunggu y…???
    blh kan…??

  6. chacha mengatakan:

    tlong dong rangkumin nvel ini 12-15 kalimat..???

    aq udh pnjem bku,,tpi lpa aq rangkum..??
    bleh y…??
    aq tunggu jwb.anx…!!!

  7. auzkia amanda siregar mengatakan:

    wach…!!!!
    kyk.x bgus nich novel…..!!!

    aqoe suka… aqoe suka..!!!

    ^_^

  8. Achmad fauzi mengatakan:

    .Novelx sngt bguz sya sngat suka novel ini,knpa novelx ngk dibuat film sja pzty bnyak yg ska…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: